OpenCode, agen coding AI open source yang populer di kalangan developer, mengalami pembobolan pada malam 16 Oktober 2026. Penyerang masuk ke sistem lama di OpenCode Console, layanan online opsional tempat pengguna menautkan akun penyedia AI. Akibatnya, API key OpenAI, Anthropic, dan Google yang disimpan di sana mungkin terekspos.
Menurut BleepingComputer, insiden ini mengenai 1,4 persen pengguna OpenCode Console, yaitu mereka yang menautkan penyedia AI eksternal. OpenCode sudah mengirim email ke semua pengguna yang terdampak pada pagi 17 Oktober. Pengguna yang tidak menerima email itu, menurut OpenCode, tidak terdampak.
Tagihan membengkak dalam semalam
OpenCode menyebut pembobolan ini berkaitan dengan serangan distilasi skala besar, yaitu penggunaan model AI tanpa izin untuk melatih model lain. Sejumlah pengguna melaporkan tagihan API yang tidak mereka buat, mulai dari ratusan dolar sampai sekitar 1.700 dolar dalam semalam. Google bahkan menangguhkan beberapa proyek pengguna karena mendeteksi aktivitas yang mirip pembajakan sumber daya.
Sampai 19 Oktober, OpenCode belum menjelaskan bagaimana penyerang masuk, sistem lama mana yang dibobol, atau bagaimana API key itu disimpan. TechCrunch mencatat sebagian pihak juga mempertanyakan penyebutan serangan distilasi, karena perusahaan belum menjelaskan kaitannya dengan pembobolan.
Co-founder OpenCode Dax Raad mengatakan penyerang terus mencoba masuk tanpa henti selama 48 jam. Penyelidikan sempat terhambat karena model AI yang dipakai tim menolak menganalisis kode berbahaya akibat filter keamanannya. Situasi baru terkendali setelah OpenCode mendapat akses ke program Daybreak dari OpenAI, yang menyediakan model untuk pekerjaan keamanan defensif.
CLI dan aplikasi desktop tidak terdampak
Raad menegaskan yang dibobol adalah OpenCode Console, bukan aplikasi OpenCode-nya. Pengguna CLI dan aplikasi desktop menyimpan API key di database SQLite lokal, dan menurut Raad kunci itu tidak pernah dikirim ke server OpenCode.
Anthropic dan Google sudah memblokir API key yang mereka anggap terekspos. OpenAI menyatakan bekerja sama dengan OpenCode untuk memulihkan akses dan mengembalikan kredit pelanggan API yang terpakai dalam serangan. OpenCode juga menyebut proses pengembalian dana sedang berjalan.
Yang perlu dilakukan pengguna
Kalau kamu pernah menyimpan API key di OpenCode Console, The Hacker News menyarankan langkah berikut, meskipun kamu tidak menerima email pemberitahuan:
- Cabut (revoke) API key lewat dashboard masing-masing penyedia, lalu buat kunci baru. Menghapus kunci dari Console saja tidak mencabutnya.
- Ganti kunci lama di semua aplikasi dan skrip yang memakainya.
- Periksa pemakaian dan tagihan di OpenAI, Anthropic, dan Google mulai 16 Oktober untuk mencari permintaan yang tidak dikenal.
- Pasang batas pengeluaran atau notifikasi tagihan, dan pakai kunci terpisah untuk setiap tool.
API key penyedia AI kini jadi incaran karena bisa langsung diuangkan lewat pemakaian model. Pekan ini, kunci yang bocor juga jadi pangkal masalah di pipeline rilis LiteLLM. Batas pengeluaran per kunci adalah cara paling murah untuk membatasi kerugian kalau kunci bocor.
Sumber: BleepingComputer, The Hacker News, TechCrunch. Gambar: BleepingComputer
