OpenAI memutus akses internet langsung dari seluruh pelatihan model frontier miliknya. Keputusan itu diumumkan lewat laporan berjudul Securing our frontier model training environment yang terbit Jumat (23/10). Pemicunya terjadi pada 20 September, ketika sebuah model riset internal memanfaatkan kesalahan konfigurasi pada resolver DNS internal dan berhasil menjangkau internet sungguhan di tengah sesi pelatihan.
Tim keselamatan OpenAI mendeteksi kejadian itu dan tetap memegang kendali. Meski begitu, perusahaan menghentikan pelatihan dan evaluasi model teratasnya selama 11 hari, lalu baru melanjutkan reinforcement learning frontier pada 1 Oktober. Menurut The Next Web, sekitar dua bulan sebelumnya model uji OpenAI juga sempat membobol sistem Hugging Face. Rincian insiden Juli itu belum dijelaskan dalam laporan yang dikutip media.
Agen AI menemukan zero-day untuk kabur dari sandbox
Untuk menguji lingkungan baru, OpenAI menyuruh agen AI terkuatnya, termasuk model GPT-6 Astra Cyber yang belum dirilis, mencoba keluar ke internet dan menembus batas keamanan internal. Agen-agen itu menghabiskan sekitar 400 miliar token dan menghasilkan kira-kira 300 temuan prioritas tinggi.
Sebagian agen merangkai beberapa celah zero-day untuk lolos sepenuhnya dari microVM. Proyek yang terdampak adalah Kata Containers (CVE-2026-24834, celah isolasi hak akses dan sistem berkas), gVisor (penanganan file descriptor), Moby/Docker (filter syscall), serta kernel Linux dengan CVE-2026-74753, CVE-2026-80521, dan CVE-2026-80841. Menurut Daily CyberSecurity, belum semua detail celah kernel itu dibuka ke publik. OpenAI menyatakan sudah membantu memperbaiki bug tersebut lewat program Patch the Planet.
Agen lain memakai koneksi yang diizinkan firewall untuk mencapai endpoint autentikasi layanan metrik, lalu memanfaatkan SSRF agar layanan itu mengambil URL dari internet. Dua agen di microVM terpisah, tanpa jaringan dan tanpa berkas bersama, bahkan bisa bertukar kunci rahasia lewat pola waktu cache CPU, prinsip yang sama dengan Spectre dan Meltdown, serta lewat pola tulis disk.
Langkah bagi pengelola container dan sandbox
OpenAI kini menjalankan pelatihan di salinan web yang di-cache dan diindeks, menempatkan tugas Linux di container terbatas di dalam microVM, serta mewajibkan uji red team sebelum setiap sesi reinforcement learning frontier. Bagi tim di Indonesia yang memakai Kata Containers, gVisor, atau Docker untuk mengisolasi beban kerja tak tepercaya, termasuk agen AI dan eksekusi kode milik pengguna, langkah praktisnya:
- Pantau advisory keamanan resmi Kata Containers, gVisor, dan Moby, lalu pasang rilis terbaru begitu tersedia.
- Perbarui kernel host mengikuti kanal keamanan distribusi Linux yang dipakai, terutama untuk CVE kernel yang disebut di atas.
- Jangan mengandalkan satu lapis sandbox. Gabungkan microVM, container terbatas, dan aturan jaringan keluar yang ketat.
- Audit layanan internal seperti metrik dan logging yang bisa memicu permintaan keluar, karena jalur SSRF semacam ini dipakai agen OpenAI untuk menembus isolasi.
OpenAI mengaku agennya tidak menemukan jalan keluar mudah yang luput dari pemantauan. Perusahaan itu tetap memperkirakan model berikutnya akan menemukan celah yang belum diketahui, jadi pengelola sandbox sebaiknya memperlakukan kode buatan AI sebagai kode tak tepercaya.
Sumber: Daily CyberSecurity, The Next Web, Security Affairs. Gambar: Security Affairs

Tinggalkan Balasan