Bursa kripto Indodax menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah mendeteksi peningkatan upaya serangan siber di platformnya. CEO William Sutanto mengumumkannya lewat akun X sekitar pukul 13.23 WIB. Penghentian itu berlaku untuk rupiah maupun aset digital.
Apa yang dikatakan Indodax
Pada 30 Oktober, Sutanto menyatakan seluruh temuan dari pemeriksaan sehari sebelumnya sudah diperbaiki. Menurut dia, tidak ada transfer tidak sah dan tidak ada kebocoran data nasabah. Indodax juga mengaku menambah lapisan pengamanan sebelum layanan dibuka lagi, dan Sutanto meminta maaf karena pemeliharaan berjalan lebih dari 24 jam.
Dunia Fintech melaporkan layanan dibuka bertahap mulai Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB. Pemulihan penuh baru dilakukan setelah setiap fungsi dinyatakan memenuhi standar keamanan, dan tahap berikutnya akan diumumkan lewat kanal resmi. Bisnis.com sempat melaporkan pada hari yang sama bahwa deposit dan penarikan masih tertutup, jadi pembaca sebaiknya memeriksa status terbaru langsung dari Indodax.
Yang belum jelas
Seluruh klaim soal dana dan data yang aman berasal dari Indodax sendiri. Dalam laporan yang kami baca, belum ada konfirmasi pihak independen, dan Bisnis.com mencatat belum ada pernyataan dari OJK, Bappebti, maupun Komdigi. Indodax juga belum menjelaskan metode, pelaku, atau titik masuk serangan. Sejauh ini istilah yang dipakai adalah upaya serangan, bukan pembobolan yang terkonfirmasi.
Konteksnya, Indodax pernah mengalami peretasan hot wallet pada September 2024 dengan kerugian sekitar 22 juta dolar AS atau Rp399 miliar, yang menurut perusahaan ditutup dari cadangannya. Kasus kripto besar lain pekan ini ada di peretasan Binance yang diakui senilai sekitar 6,3 miliar dolar, tetapi tidak ada bukti yang menghubungkan kedua kejadian.
Langkah yang perlu diambil pengguna
Indodax meminta anggotanya mengaktifkan autentikasi dua faktor, menjaga kerahasiaan OTP, PIN, dan kata sandi, serta tidak membagikan informasi keamanan akun kepada siapa pun. Hindari pula mengunduh aplikasi tak dikenal atau membuka tautan dari sumber yang tidak jelas. Penipu biasanya memanfaatkan gangguan layanan seperti ini, jadi abaikan pesan atau telepon yang mengaku dari Indodax dan meminta kode verifikasi. Cek status layanan hanya lewat situs, blog status, dan akun X resmi Indodax.
Bagi pemegang aset di bursa, kasus ini mengingatkan bahwa dana di platform terpusat bergantung pada keamanan penyedianya. Pantau riwayat transaksi akun, dan tarik aset yang tidak untuk diperdagangkan ke dompet pribadi bila Anda nyaman mengelolanya sendiri.
Sumber: CNBC Indonesia, Bisnis.com, Dunia Fintech. Gambar: Bisnis.com.
