Cloudflare: 18,2 Juta Serangan DDoS Jaringan di Kuartal III 2026, Indonesia Naik ke Tiga Besar Lokasi Paling Diserang

Gambar utama laporan ancaman DDoS Cloudflare Kuartal III 2026

Cloudflare menerbitkan laporan ancaman DDoS Kuartal III 2026 pada akhir Oktober. Tim Cloudforce One mencatat 18,2 juta serangan DDoS lapisan jaringan (L3) yang ditangkis otomatis selama Juli sampai September, naik dari 13,2 juta di Kuartal II dan 10,0 juta di Kuartal I. Indonesia naik ke tiga besar lokasi yang paling diserang, dengan porsi 2,93 persen dari seluruh serangan.

Banyak serangan, tetapi pendek dan kecil

Rata-rata Cloudflare menangkis sekitar 197.400 serangan jaringan per hari, atau satu serangan setiap 0,44 detik. Selain itu ada 14,4 triliun permintaan HTTP DDoS yang diblokir. Sebanyak 96 persen serangan jaringan selesai dalam kurang dari 10 menit, dan 98 persen tidak melewati 1 Gbps. Serangan pendek seperti ini naik 208 persen dibanding Kuartal III 2025. Cloudflare mengaitkan pola tersebut dengan layanan DDoS sewaan yang dikenal sebagai booter.

Serangan raksasa di atas 1 Tbps justru turun hampir 69 persen, dari 805 di Kuartal II menjadi 251. Cloudflare mencatat aparat penegak hukum membongkar empat botnet IoT besar pada awal 2026, yaitu Aisuru, KimWolf, JackSkid, dan Mossad. The Hacker News menyebut penurunan itu kemungkinan berkaitan dengan penindakan tersebut. Cloudflare juga memperingatkan bahwa varian baru bernama Dysphoria dan Evooo1Bot menunjukkan ancaman botnet belum selesai. Pada kuartal yang sama, banjir paket UDP naik dari 14,06 persen menjadi 31,31 persen dari serangan jaringan, dan amplifikasi DNS naik 215 persen.

Posisi Indonesia dalam laporan

Amerika Serikat kembali menjadi lokasi yang paling banyak diserang, disusul China. Indonesia masuk tiga besar menurut laporan Cloudflare, sedangkan The Hacker News menempatkannya di urutan ketiga setelah dua negara itu. Laporan hanya menyebut Indonesia dalam peringkat ini. Tidak ada rincian tentang sektor, pelaku, atau korban di Indonesia, jadi penyebab kenaikannya belum bisa dipastikan.

Secara global, industri media, produksi, dan penerbitan masih paling sering diserang, meski porsinya turun menjadi sekitar seperempat dari level Kuartal II. Serangan ala booter terutama mengenai perangkat lunak, kasino dan perjudian, serta teknologi informasi.

Langkah yang perlu diambil pengelola situs

Laporan Cloudflare tidak memuat panduan khusus untuk organisasi. Cloudflare hanya menawarkan layanannya sendiri: perlindungan DDoS gratis tanpa batas volume di lebih dari 330 kota, serta Botnet Threat Feed gratis bagi penyedia hosting, platform cloud, dan ISP untuk menemukan alamat atau akun yang menyalahgunakan jaringan. Lebih dari 800 jaringan sudah mendaftar.

Bagi pemilik situs, tim TI, dan pengelola layanan di Indonesia, langkah praktisnya adalah memastikan penyedia hosting atau CDN yang dipakai punya mitigasi DDoS otomatis, karena serangan di bawah 10 menit sering selesai sebelum staf sempat bereaksi. Periksa juga apakah server DNS Anda membalas permintaan dari alamat mana pun, sebab amplifikasi DNS sedang naik. Pantau lalu lintas yang melonjak singkat dan berulang, bukan hanya lonjakan besar.

Sumber: Cloudflare, DDoS Threat Report 2026 Q3 dan The Hacker News. Gambar: Cloudflare.