CISA Masukkan Celah Kernel Linux Fragnesia CVE-2026-46300 ke Daftar KEV: Dipakai Bersama PHP2Shell untuk Jadi Root, Tenggat 31 Oktober

Ilustrasi katalog celah yang dieksploitasi (KEV) milik CISA

CISA menambahkan CVE-2026-46300, celah kernel Linux berjuluk Fragnesia, ke katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) pada 28 Oktober 2026. Lembaga federal Amerika Serikat diminta menambalnya paling lambat 31 Oktober. Di katalog, penggunaan celah ini oleh ransomware tercatat belum diketahui.

Apa yang terdampak

Celah ini ada di jalur pemrosesan IPsec ESP pada kernel Linux. Menurut SecurityOnline, kesalahan itu membuat data yang tersimpan di page cache bisa diubah tanpa izin, dengan skor CVSS 7.8. Penyerang harus lebih dulu bisa menjalankan kode di mesin sasaran, jadi celah ini berfungsi sebagai tangga menuju hak akses root, bukan pintu masuk awal.

Pintu masuk awalnya datang dari celah lain. Dream melaporkan penyerang menggabungkan PHP2Shell (CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619) dengan Fragnesia untuk menguasai server, seperti yang kami bahas dalam liputan tentang 25 server firewall yang dibobol. Safeguard mencatat celah ini sudah ada sejak kernel 3.9 dan diungkap publik di milis oss-security pada 13 Mei 2026. Safeguard juga menyebut belum menemukan sumber primer yang memuat korban atau indikator kampanye tertentu.

Versi yang sudah diperbaiki

Perbaikan upstream tersedia di kernel 5.10.257, 5.15.208, 6.1.174, 6.6.141, 6.12.91, 6.18.33, 7.0.10, dan 7.1. Menurut ringkasan Safeguard per 29 Oktober, Red Hat (RHEL 8, 9, dan 10), Ubuntu (22.04, 24.04, 25.10, dan 26.04), Debian, dan SUSE sudah menerbitkan kernel perbaikan. Cabang yang sudah tidak didukung upstream, seperti 5.4 dan 6.8, tidak mendapat perbaikan dari proyek kernel, sehingga pengguna harus bergantung pada paket dari distribusinya.

Satu jebakan: server yang sudah ditambal untuk Dirty Frag (CVE-2026-43284 dan CVE-2026-43500) belum tentu aman dari Fragnesia, karena tambalan itu tidak mencakup CVE-2026-46300.

Langkah yang perlu diambil

Administrator server perlu memasang pembaruan kernel lewat kanal keamanan distribusinya, lalu memulai ulang mesin agar kernel baru aktif. Bila belum bisa diperbarui, Ubuntu menyarankan memblokir pemuatan modul ESP, dengan konsekuensi fitur IPsec ESP berhenti bekerja. Cara ini tidak berguna jika kode ESP sudah menyatu di dalam kernel, bukan modul terpisah.

Tutup juga pintu masuknya: perbarui PHP dan aplikasi web yang terpapar internet. CISA meminta pengguna menyelesaikan triase forensik, jadi server Linux yang menjalankan aplikasi PHP dan belum ditambal sebaiknya diperiksa untuk tanda penyusupan sebelum atau sesudah kernel diganti. Tenggat 31 Oktober hanya mengikat lembaga federal AS, tetapi kernel rentan di luar lembaga itu tetap memiliki celah yang sama.

Sumber: SecurityOnline dan Safeguard. Gambar: SecurityOnline.