Cisco Tambal CVE-2026-76418 di ASA dan FTD, Celah SSL VPN Sudah Dieksploitasi untuk Membuat Firewall Mati dan Restart

Ilustrasi celah Cisco Secure Firewall yang dieksploitasi untuk membuat perangkat SSL VPN mati

Cisco mengonfirmasi bahwa celah denial of service di Secure Firewall ASA dan Secure Firewall Threat Defense (FTD) sudah dipakai penyerang. Celah bernomor CVE-2026-76418 itu diumumkan lewat advisori pada 28 Oktober dan memungkinkan penyerang tanpa login membuat firewall crash lalu restart. Skor CVSS 3.1-nya 8,6, kategori tinggi.

Apa yang terjadi dan siapa yang terdampak

Menurut Cisco, akar masalahnya adalah kesalahan logika saat autentikasi sekunder dikonfigurasi pada sebuah tunnel group. Layanan login SSL VPN akses jarak jauh harus bisa dijangkau dari luar, misalnya lewat konfigurasi webvpn yang aktif di sebuah antarmuka. Pada FTD, administrator perlu memeriksa kebijakan VPN akses jarak jauh yang terpasang di FMC atau FDM.

Produk Cisco yang tidak terdampak adalah Cloud-delivered Firewall, cdFMC, Secure Access, dan Secure FMC Software. Cisco PSIRT mengaku mengetahui adanya eksploitasi aktif pada Oktober 2026. Cyber Security News menyebut celah ini ditemukan Eric Fernald saat menangani kasus dukungan di Cisco TAC. Advisori Cisco tidak menyebut pelaku maupun korban.

Dampaknya terbatas pada ketersediaan layanan, bukan pencurian data. Namun firewall yang terus restart berarti akses VPN karyawan putus berulang kali, dan perangkat yang sama biasanya menjaga batas jaringan kantor. Kasus serupa pada perangkat tepi jaringan lain sempat kami bahas dalam laporan celah kritis Fireware OS dari WatchGuard.

Versi yang sudah diperbaiki

Untuk ASA, perbaikan ada di 9.16.4.104, 9.18.4.96, 9.20.4.50, 9.22.3.200, 9.23.1.48, serta 9.24.1.27 atau 9.24.10.1. Untuk FTD, perbaikan ada di 7.0.11, 7.2.13, 7.4.9, 7.6.7, 7.7.14, 10.0.3, dan 10.1.1. Pengguna ASA rilis 9.16 atau yang lebih lama diarahkan ke 9.16.4.104, dan pengguna FTD rilis 7.0 atau lebih lama ke 7.0.11.

Langkah yang perlu Anda ambil

Cisco menyarankan pembaruan ke rilis yang sudah ditambal dan menyediakan alat Software Checker untuk mencocokkan versi perangkat. Cisco menyatakan tidak ada workaround yang menutup celah ini sepenuhnya. Ada mitigasi sementara berupa menonaktifkan autentikasi sekunder pada daftar tunnel group atau pada DefaultWEBVPNGroup, baik dengan mematikan tunnel group list maupun menghapus server group autentikasi sekunder. Keduanya menurunkan keamanan atau kenyamanan akses, jadi pakailah hanya sampai tambalan terpasang.

Tim jaringan di Indonesia yang memakai ASA atau FTD untuk VPN karyawan sebaiknya memeriksa dulu apakah webvpn aktif dan apakah ada tunnel group dengan autentikasi sekunder. Bila ya, jadwalkan pembaruan secepatnya dan pantau log untuk restart perangkat yang tidak biasa.

Sumber: advisori Cisco cisco-sa-asaftd-tunnel-dos-s6mgkb75 dan Cyber Security News. Gambar: Cyber Security News.