DreamHost Paksa Reset Kata Sandi Email dan FTP Sejak 23 Oktober, Penyebab Insiden Belum Dijelaskan

Ilustrasi insiden DreamHost yang memaksa reset kata sandi email dan FTP

DreamHost, penyedia hosting asal Amerika Serikat, mereset kata sandi sebagian akun email dan FTP/SFTP pelanggannya setelah sebuah insiden yang disebutnya masih berjalan. Gangguan bermula pada 23 Oktober dan, menurut laporan BleepingComputer, perusahaan belum menjelaskan penyebabnya maupun berapa banyak akun yang terdampak.

Kronologi menurut halaman status DreamHost

Pada 23 Oktober sore, DreamHost mulai menyelidiki masalah koneksi di File Manager. Beberapa jam kemudian File Manager mati, sebagian pengguna webmail keluar sendiri dari sesi mereka, dan DreamHost mereset kata sandi sejumlah akun email sebagai langkah pencegahan. Malam harinya reset meluas ke pengguna FTP/SFTP.

Pada 24 Oktober, DreamHost menyatakan reset untuk akun yang terdampak sudah selesai. Pemilik akun lalu menerima surel berisi panduan secara bertahap, dan semua pemilik akun terdampak sudah dikirimi instruksi pada 25 Oktober malam. Pengguna email atau FTP biasa tidak bisa masuk sebelum pemilik akun menetapkan kata sandi baru, dan DreamHost mengaku tidak bisa menghubungi mereka satu per satu.

Pembaruan terbaru di halaman status pada 26 Oktober menyebut perbaikan File Manager sudah dipasang dan files.dreamhost.com kembali daring, tetapi masih dipantau. Reset kata sandi tetap diwajibkan bagi sebagian akun email dan FTP/SFTP. Sampai laporan ini ditulis, DreamHost belum menjawab pertanyaan BleepingComputer, dan belum ada keterangan soal ada tidaknya berkas atau pesan yang diakses pihak luar.

Langkah yang perlu diambil pemilik situs

Pemilik akun bisa menetapkan kata sandi baru lewat panel.dreamhost.com, menu Mail lalu Manage Email untuk email, atau Websites lalu SFTP Users & Files untuk FTP/SFTP. Perubahan butuh sampai 15 menit untuk berlaku. DreamHost juga meminta pemilik akun memeriksa setiap alamat email untuk aturan penerusan (forwarding) dan menghapus tujuan yang tidak dikenali. Imbauan ini membuat BleepingComputer menduga sebagian akun email mungkin pernah diakses, tetapi itu kesimpulan wartawannya, bukan pernyataan DreamHost.

Bila kata sandi lama dipakai ulang di layanan lain, gantilah di sana juga. DreamHost menegaskan tidak pernah meminta kata sandi lewat surel, dan pemberitahuannya tidak meminta pelanggan masuk lewat tautan. Surel reset yang tidak Anda minta sebaiknya diabaikan, dan perubahan dilakukan hanya dengan membuka panel langsung. Pelanggan DreamHost, terutama pengelola situs WordPress yang mengandalkan email dan SFTP di sana, sebaiknya juga meninjau akun pengguna dan berkas yang baru berubah sampai perusahaan menerbitkan penjelasan lengkap.

Sumber: BleepingComputer, CyberInsider, dan halaman status DreamHost. Gambar: BleepingComputer.