DreamHost Paksa Reset Sandi Email dan FTP/SFTP Setelah Insiden Sejak 23 Oktober, Penyebab dan Jumlah Akun Belum Diungkap

Ilustrasi insiden DreamHost yang memaksa pengguna mengatur ulang sandi email dan FTP

DreamHost, penyedia hosting dan registrar domain asal Amerika Serikat, memaksa sebagian pelanggannya mengatur ulang sandi email dan FTP/SFTP setelah gangguan layanan yang dimulai pada 23 Oktober. Hingga 27 Oktober, perusahaan belum menyebut penyebab insiden dan belum membuka jumlah akun yang terdampak.

Kronologi gangguan

Menurut laporan BleepingComputer dan Help Net Security, tim operasi DreamHost pada 23 Oktober menyelidiki masalah koneksi di antarmuka File Manager. Beberapa jam kemudian, halaman status mencatat insiden yang meluas. File Manager mati, dan sebagian pengguna webmail terlempar keluar atau mendapat galat saat masuk.

Malam harinya DreamHost menyatakan akses FTP/SFTP ikut terlibat dan perusahaan mulai mereset sandi sebagai langkah pencegahan. Reset rampung pada 24 Oktober, dan pada malam 25 Oktober DreamHost mengatakan seluruh pemilik akun yang terdampak sudah dikirimi petunjuk lewat email. Pada 26 Oktober, para insinyur disebut sudah mendorong perbaikan sehingga File Manager berfungsi lagi, tetapi layanan email hosting dan webmail masih tercatat terganggu di halaman status.

DreamHost mengaku melayani lebih dari 400.000 pelanggan di lebih dari 100 negara, dengan sedikitnya 1,5 juta situs dan aplikasi, termasuk 750.000 instalasi WordPress. BleepingComputer sudah beberapa kali menanyakan penyebab, jumlah akun, dan apakah berkas atau pesan terpapar, tetapi belum mendapat jawaban saat artikelnya terbit. Sebagian pengguna menduga insiden ini berkaitan dengan celah PHP, namun dugaan itu belum dikonfirmasi siapa pun. Celah PHP yang kini dieksploitasi sendiri sudah kami bahas di liputan CISA tentang PHP2Shell.

Langkah yang perlu Anda ambil

Pemilik akun yang terdampak tidak bisa masuk sebelum sandi diatur ulang dan kredensial baru dibagikan. DreamHost meminta pengguna tidak mengganti sandi sendiri sebelum menerima instruksi, karena perubahan yang dibuat sebelum reset selesai akan tertimpa.

Pemilik akun juga disarankan memeriksa setiap alamat email untuk aturan penerusan (forwarding) dan menghapus tujuan yang tidak dikenal. Saran ini menandakan kemungkinan sebagian kotak surat sempat diakses pihak luar, tetapi DreamHost belum mengonfirmasinya. Ganti pula sandi yang sama di layanan lain bila Anda memakainya ulang. Karena DreamHost tidak bisa menghubungi pengguna kotak surat atau FTP secara langsung, pemilik akun perlu memberi tahu rekan atau klien yang memakai email di domain tersebut lewat telepon atau pesan singkat.

DreamHost menegaskan tidak akan pernah meminta sandi lewat email. Abaikan surel reset sandi yang tidak Anda minta, sebab penipu biasanya memanfaatkan insiden seperti ini untuk phishing.

Dampak bagi pengguna di Indonesia

Pemilik situs, agensi, dan pengelola WordPress di Indonesia yang menaruh situs atau email di DreamHost sebaiknya memeriksa kotak surat bisnis, aturan penerusan, dan akses FTP/SFTP sekarang, lalu memantau halaman status DreamHost untuk pembaruan penyebab insiden.

Sumber: BleepingComputer dan Help Net Security. Gambar: BleepingComputer.