Helen Chiang meninggalkan Microsoft setelah sekitar tiga bulan menjabat sebagai chief operating officer (COO) Xbox. CEO Xbox Asha Sharma mengumumkan kepergian itu lewat memo internal pada Jumat, 23 Oktober 2026, yang pertama kali dilaporkan The Verge. Memo tersebut tidak menyebut alasan Chiang keluar.
Dalam memonya, Sharma berterima kasih atas pengabdian Chiang selama bertahun-tahun dan menyatakan Xbox akan mengumumkan rencana kepemimpinan COO setelah keputusan final diambil. Gematsu dan GamesBeat melaporkan bahwa untuk sementara tugas Chiang dibagi ke beberapa pemimpin Xbox lain. Nama mereka belum diungkap. Wakil presiden komunikasi Xbox, Kari Perez, kepada The Verge menyatakan perusahaan tidak membahas urusan personalia individu.
COO pertama dalam sejarah Xbox
Jabatan COO baru dibuat pada Juli 2026. Sharma menunjuk Chiang pada 6 Juli lewat unggahan Xbox Wire, sebagai bagian dari perombakan besar divisi gaming Microsoft. Dalam struktur baru itu, Chiang memegang tanggung jawab untung rugi secara menyeluruh atas konten, hardware, platform, dan layanan langganan, serta melapor langsung kepada Sharma. Tugasnya menurut Sharma saat itu adalah menyatukan bisnis Xbox di bawah satu model operasional dan membuat keputusan investasi yang jelas.
Perombakan pada hari yang sama juga memangkas sekitar 3.200 posisi. Menurut laporan Guru3D, Microsoft melepas Compulsion Games dan Double Fine Productions kembali ke pendirinya, sementara Ninja Theory dan Undead Labs akan pindah ke pemilik baru yang belum disebutkan. Lapisan manajemen Xbox juga dipangkas dari sebanyak 14 tingkat menjadi sekitar tiga sampai lima.
Dua dekade di Microsoft
Chiang bukan orang baru di Xbox. Ia bekerja di Microsoft lebih dari 21 tahun dan ikut membangun layanan Xbox Live. Shacknews mencatat ia menjadi kepala studio Mojang selama delapan tahun dan menjabat corporate vice president lebih dari enam tahun, dengan Minecraft sebagai waralaba yang ia pimpin. Karena itu, kepergiannya hanya tiga bulan setelah promosi dianggap tidak lazim oleh sejumlah media game.
Pekan yang sibuk bagi Xbox
Kabar ini muncul di pekan yang penuh berita tentang Xbox. Shacknews merangkum beberapa di antaranya: detail perangkat genggam Xbox, laporan harga konsol generasi berikutnya yang bisa melampaui 1.200 dolar AS, tarif baru Xbox Cloud Gaming mulai 3,99 dolar AS untuk 10 jam, serta peringatan bahwa studio Arkane Lyon bisa ditutup jika pembeli tidak segera ditemukan.
Bagi pemain, belum ada perubahan langsung pada layanan atau jadwal rilis game yang dikaitkan dengan kepergian Chiang. Yang perlu dicermati adalah siapa yang akhirnya memegang kendali atas keputusan harga, hardware, dan langganan, karena ketiganya sebelumnya berada di bawah jabatan COO.
Sumber: Gematsu, GamesBeat, Shacknews, Guru3D. Gambar: Xbox via GamesBeat
