Block, perusahaan teknologi finansial yang dipimpin Jack Dorsey, memperkenalkan Dessa pada 23 Oktober 2026. Dessa adalah model percakapan suara: yang masuk audio, yang keluar juga audio. Laboratorium AI internal Block mengklaim model ini dilatih dari nol hanya dengan rekaman percakapan manusia, tanpa data teks dan tanpa memakai model pralatih apa pun.
Pendekatan ini berbeda dari kebanyakan asisten suara sekarang. Asisten pada umumnya mengubah ucapan menjadi teks, memprosesnya dengan model bahasa, lalu membacakan jawabannya kembali. Dessa memproses suara secara langsung.
Mendengar sambil berbicara
Block menyebut Dessa sebagai model full-duplex, artinya ia bisa mendengarkan dan berbicara pada saat yang sama. Menurut halaman resmi Block, model ini mampu menangkap dan menghasilkan emosi, sarkasme, tawa, serta jeda. Ia juga memakai sahutan pendek khas pendengar (backchannel) dan bisa menentukan kapan harus menyela.
Block juga mengklaim Dessa mempelajari bahasa dari jumlah kata ratusan kali lebih sedikit dibanding model bahasa besar (LLM). Pemimpin proyek Dessa, Ragavan Thurairatnam, menyebut pencapaian ini sebagai “a GPT3 moment for speech”. Perlu dicatat, klaim tersebut belum diuji pihak independen. Block belum merilis bobot model maupun hasil benchmark, dan yang tersedia sejauh ini hanya rekaman demo yang dipilih sendiri oleh Block.
Dilatih di satu rak, berjalan di laptop
Untuk pelatihan, tim Block memakai satu sistem NVIDIA GB200 NVL72. Hasilnya bisa dijalankan secara lokal. Block menyatakan inferensi Dessa berlangsung lebih cepat dari waktu nyata di MacBook Pro dengan chip M4 Max atau yang lebih tinggi. Thurairatnam menambahkan bahwa model ini juga bisa berjalan di GPU kelas konsumen.
Model yang berjalan di perangkat sendiri berarti percakapan tidak harus dikirim ke server. Bagi pengguna, ini relevan untuk privasi dan untuk koneksi internet yang tidak stabil. Namun Block belum menyebut jumlah parameter, angka latensi, ataupun bahasa apa saja yang didukung. Kemampuan mempelajari bahasa baru justru masuk daftar pertanyaan riset yang belum terjawab, sehingga dukungan bahasa Indonesia belum bisa dipastikan.
Siapa yang bisa mencoba
Dessa dikembangkan oleh laboratorium riset kecil di Block yang melapor langsung ke Dorsey. Laboratorium ini didirikan oleh mantan anggota Dessa, startup deep learning asal Toronto yang namanya kini dipakai untuk model tersebut.
Statusnya masih pratinjau riset. Block membuka akses awal untuk sekelompok kecil peneliti keamanan AI, yang diminta menghubungi tim lewat email. Halaman resmi Dessa menyediakan tombol unduh, tetapi Block menulis bahwa tautan peluncurannya akan segera tersedia, tanpa menyebut tanggal. Lisensi model juga belum diumumkan. Sampai tautan itu aktif, pengguna umum baru bisa menilai Dessa dari rekaman demo yang Block unggah di situsnya dan di X.

Tinggalkan Balasan