Intel Anjlok 28,6 Persen setelah Proyeksi Kuartal IV 2026 Meleset: Kekurangan Memori Menekan Pasar PC, Pusat Data Tumbuh 78 Persen

Logo Intel tiga dimensi pada ubin putih dengan latar biru

Saham Intel ditutup turun 28,58 persen ke level 65,76 dolar AS pada Jumat, 30 Oktober 2026, sehari setelah perusahaan merilis hasil kuartal ketiga dan proyeksi kuartal keempat yang jauh di bawah harapan analis. Hasil kuartal ketiganya sendiri justru di atas panduan. Yang membuat pasar panik adalah prospek pasar PC, yang menurut Intel akan terus melemah karena kekurangan memori.

Kuartal ketiga: pusat data menopang, PC melemah

Dalam rilis resmi yang terbit Kamis, 29 Oktober 2026, Intel melaporkan pendapatan 16,5 miliar dolar AS, naik 21 persen dari tahun sebelumnya. Laba per saham non-GAAP mencapai 0,52 dolar AS, dengan margin kotor non-GAAP 44,1 persen. Divisi Data Center and AI menyumbang 7,3 miliar dolar AS (naik 78 persen), dan Intel Foundry 6,7 miliar dolar AS (naik 58 persen). Divisi PC, yang kini bernama Client Computing and Physical AI Group, justru turun 5 persen menjadi 8,1 miliar dolar AS.

CEO Lip-Bu Tan menyebut permintaan CPU masih kuat (“demand for our CPUs remains robust”) dan menyatakan prioritas Intel sekarang adalah menambah pasokan prosesor Xeon. CFO David Zinsner menyebut pertumbuhan pendapatan pusat data kali ini yang terkuat dalam 15 tahun.

Proyeksi kuartal keempat di bawah ekspektasi

Untuk kuartal keempat, Intel memperkirakan pendapatan 15 sampai 16 miliar dolar AS, sementara analis rata-rata berharap sekitar 17 miliar dolar AS. Laba per saham non-GAAP diproyeksikan 0,25 dolar AS, jauh dari perkiraan pasar sebesar 0,43 dolar AS, dan margin kotor non-GAAP turun ke sekitar 38 persen. Tan juga mengatakan bisnis pusat data sebenarnya bisa lebih baik tanpa kekurangan bahan baku dan penghentian operasi pabrik Intel di Israel.

Intel memperkirakan pasar PC menyusut 12 persen pada 2026 dan 10 persen lagi pada 2027. Zinsner mengatakan perlambatan itu akan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama 2027. Penyebab utamanya adalah kekurangan chip memori, yang mengerek harga PC dan menekan anggaran pembelian perusahaan. Lembaga riset TrendForce sudah menyatakan pada September bahwa produsen PC mencapai batas harga memori yang mau mereka bayar. Tan menilai tekanan harga memori akan menjadi masalah yang sangat berat bagi industri pada 2027. Microsoft juga baru melaporkan pendapatan Windows OEM turun 27 persen dengan stok PC yang masih menumpuk di mitra.

Efek ke saham lain dan dampak bagi pembeli

Saham Intel sebelumnya ditutup di 92,07 dolar AS. Penurunan 28,58 persen dengan volume perdagangan 447,8 juta lembar, sekitar tiga kali lipat rata-rata tiga bulan, tercatat sebagai salah satu penurunan harian terdalam Intel dalam beberapa dekade. Saham AMD ikut turun 10,88 persen dan Nvidia 4,22 persen pada hari yang sama. Analis menyoroti keraguan apakah permintaan AI cukup untuk membenarkan valuasi tinggi dan belanja modal besar di industri semikonduktor.

Bagi pembeli laptop dan PC, pesan Intel cukup praktis: selama memori langka, harga perangkat cenderung tetap tinggi dan pabrikan menahan pesanan. Intel sendiri belum menyebut kapan pasokan memori akan normal. Tan hanya mengatakan kondisi ini akan bertahan sampai ketersediaan dan harga memori mulai pulih.

Sumber: Intel Reports Third-Quarter 2026 Financial Results, The Next Web, dan Yahoo Finance (Motley Fool). Gambar: The Next Web