Google memperbarui kebijakan privasinya dengan pengecualian baru: konten Gmail, Drive, dan Google Foto yang sengaja dihubungkan pengguna ke layanan lain, seperti Search atau Gemini, bisa ikut menjadi sinyal untuk iklan yang dipersonalisasi. Versi kebijakan yang berlaku sejak 16 Oktober 2026 itu pertama kali dilaporkan Android Authority pada 23 Oktober, lalu dibahas The Hacker News sehari kemudian.
Apa yang berubah di kebijakan
Sejak versi 1 Juli 2021, kebijakan privasi Google menyatakan perusahaan tidak menampilkan iklan personal berdasarkan isi Drive, Gmail, atau Foto. Kalimat itu bertahan tanpa perubahan sampai versi 1 Oktober 2026, menurut PPC Land. Versi terbaru masih memuat pernyataan tersebut, tetapi kini disertai pengecualian: isi ketiga layanan itu tidak dipakai untuk iklan kecuali pengguna membukanya ke layanan Google lain yang mendukung iklan personal.
Kebijakan juga menyebut pengguna dapat mengizinkan layanan seperti Search atau aplikasi Gemini mengakses data dari layanan Google lain demi pengalaman yang lebih personal. Search, kata kebijakan itu, dapat memproses sebagian data tersebut untuk mempersonalisasi konten, termasuk iklan.
Kaitannya dengan Personal Intelligence
Pengecualian ini terhubung ke Personal Intelligence, fitur yang Google perkenalkan di Gemini pada Januari 2026. Fitur ini membiarkan Gemini dan Search menarik data dari aplikasi yang dihubungkan, misalnya detail reservasi di Gmail untuk menyarankan restoran di dekat hotel. The Hacker News mencatat fitur ini berstatus beta untuk pengguna berusia di atas 18 tahun di seluruh dunia, kecuali Wilayah Ekonomi Eropa, Swiss, Inggris, dan Nigeria. Indonesia tidak ada dalam daftar pengecualian itu.
Halaman bantuan Search milik Google menyatakan iklan tidak akan didasarkan langsung pada kotak masuk Gmail atau pustaka Foto. Namun ringkasan, kutipan, dan kesimpulan dari konten itu bisa dipakai, dan halaman tersebut mengakui bahwa “info yang sama itu dapat dipakai untuk menampilkan iklan”. Google juga menyatakan pengiklan tidak mendapat akses ke kotak masuk atau pustaka foto, dan iklan tidak disusun berdasarkan kategori sensitif. Menurut PPC Land, Google mengonfirmasi sekitar 16 Oktober bahwa pihaknya mulai menguji iklan di AI Mode bagi pengguna yang menghubungkan aplikasi lewat Personal Intelligence.
Yang masih belum jelas dan cara mengaturnya
Beberapa hal belum terjawab. Google belum menjelaskan seberapa jauh kata “langsung” melindungi pengguna ketika sebuah ringkasan nyaris sama dengan isi surel aslinya. Belum jelas pula bagaimana konten sensitif, seperti surel medis, dipisahkan dari konten lain saat iklan dipilih. Google juga belum menerbitkan jumlah pengguna yang sudah menghubungkan aplikasinya, dan tidak ada penjelasan soal kontrol penargetan yang diterima pengiklan.
Bagi pengguna yang tidak ingin datanya terlibat, Android Authority menyebut dua jalur di Akun Google. Pertama, buka Data & privasi, lalu Personalisasi & aktivitas, dan kelola rekomendasi personal di layanan Search. Di bagian aplikasi konten terhubung, putuskan sambungan Google Workspace dan Google Foto. Kedua, matikan rekomendasi personal sepenuhnya di halaman personalisasi Search Services. Memutus sambungan tidak menghapus data yang sudah tersimpan di riwayat Search Services.
Sumber: The Hacker News, Android Authority, dan PPC Land. Gambar: Android Authority
